D I N K E S
P 2 K B
Thumbnail

Gebrakan Baru! Dinkes P2KB Papua Tengah Siapkan Strategi Jitu untuk Cegah Penyakit dan Selamatkan Ribuan Nyawa

Papua Tengah Siaga: Langkah Inovatif DINKESP2KB untuk Mengatasi Krisis Kesehatan

Dalam upaya menekan laju penyebaran penyakit berbahaya seperti HIV-AIDS, Tuberkulosis (TBC), wabah campak, dan polio yang semakin meningkat di Papua Tengah, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DINKESP2KB) Provinsi Papua Tengah telah meluncurkan gebrakan baru berupa strategi pengendalian penyakit yang komprehensif.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat, Dr. drg. Yohanes Tebai, MH.Kes, inisiatif ini bertujuan untuk menyelamatkan ribuan nyawa di tengah krisis kesehatan yang mengancam wilayah tersebut. "Kami telah menggelar Rapat Kerja khusus, yang merupakan rapat teknis pertama di Pulau Papua sepanjang sejarah, untuk menyusun strategi pengendalian yang efektif," jelasnya.

Raker Perdana: Penetapan Target Capaian Nasional dan Lokal

Rapat Kerja ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Papua Tengah, di mana berbagai pihak berkumpul untuk membahas langkah-langkah taktis yang harus diambil. Fokus utama adalah penetapan target capaian, yang diambil dari ketetapan nasional oleh Kementerian Kesehatan serta capaian indikator lokal yang dirancang untuk menjawab kebutuhan khusus Papua Tengah.

Kolaborasi untuk Pencegahan dan Penanganan

Strategi yang dibahas dalam Raker tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pendekatan pencegahan, seperti kampanye peningkatan kesadaran masyarakat serta penguatan tenaga kesehatan di lapangan, menjadi prioritas utama.

DINKESP2KB berharap, melalui penerapan strategi jitu ini, angka penularan penyakit dapat ditekan secara signifikan. Inisiatif ini tidak hanya ditargetkan untuk mengatasi penyakit menular, tetapi juga untuk memastikan kesehatan masyarakat Papua Tengah terjaga dalam jangka panjang.

Papua Tengah kini berada di jalur yang tepat untuk menangani ancaman kesehatan dengan lebih baik, dan strategi baru ini bisa menjadi model bagi daerah-daerah lain dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.